yang tak pernah turun selain dalam reka dan luang pikiran.
aku ingin sekali menulis,
namun gegabah atas kewajiban-kewajiban yang belum tertuntaskan atas dasar kelalaian.
malam demi malam dalam lelap
karena september sudah terlalu wangi hujan
yang menyesap mengobati retak tulang dan meninabobokan gelak tawa yang terbang bebas seharian.
oktober wangi hujan,
filosofi dan payung kias akan tenggat-tenggat yang separuh terabaikan.
kapan lagi sebuah perjalanan?
kapan lagi turun ke jalan?
oktober begitu wangi hujan.
dan aku ingin berbaring di dalamnya.
October 1, 2015. halo, oktober. semoga kau pun wangi hujan.