sebab kita tidak tahu rasanya tidur tak berselimut;
seperti mendengar desis cerutu yang disediakan persimpangan grogol—di mana lelap adalah teman yang kita tak pernah benar-benar peluk sebab kita tak pernah merasai tidur di jalan.
atau bisik-bisik pengap kopaja sepanjang slipi - rawa buaya;
atau cempaka timur dan segala persimpangannya yang bertengger di sebelah kemegahan.
aku pikir kita tidak bisa bahagia hanya berkawan dengan cita-cita yang muluk.
aku rasa kita perlu berhenti sejenak dan lebih memperhatikan deru napas kita.
atau mungkin juga tidak.
sebab hanya air mata yang pernah kudapati dari memikirkan udara-udara dingin yang menggerogot malam yang hendak berganti.
aku tak mengerti mengapa kita bisa bersedih atas tangis-tangis manusia yang ruas takdirnya tak pernah sepenuhnya berpapasan dengan kita sebelumnya.
seperti lintas lalu di sudut mata yang tengah menutup.
tawa menjadi kelegaan dan ringkas senja yang hidup,
sementara isak adalah apa yang bersemayam dalam debu; begitu mudahnya ia tertiup, mengaburkan kedip-kedip yang sebelumnya hanya paham akan riuh.
sebab sekali lagi, kita tidak tahu rasanya tidur tak berselimut;
lupa akan deru napas, hanya tahu akan cita-cita yang muluk.
kita lupa caranya tidur tanpa kepala yang mengawang pada gusar akan perkara-perkara yang orang-orang anggap tak perlu.
sejak kapan ‘tahu’ menjadi begitu kelu di persilangan kalbu?
aku kira ‘tahu’ ada untuk menyulut api pada gedung-gedung yang menutup-nutupinya dan sorot lampu bagi para pejalan kaki di pelosok.
apakah ‘tahu’ lantas menjadi abai seperti paling wajah dari lolongan maut yang kelaparan akan anak-anak yang lupa bersekolah?
apakah ‘tahu’ kini hanya sebatas lembar-lembar perpustakaan megah yang mengurung manusia dalam definisi ‘tahu’ yang selama ini ada?
sebab kita tidak lagi diajak memikirkan perkara-perkara seperti selimut dan pengap asap ibukota.
sebab ‘tahu’ yang kumiliki pada akhirnya hanya berakhir menjadi air mata.
tak ada paham baru yang singgah;
masih juga tangis di tengah peluh ibukota dan gersang ingatan akan rumah.
dan dari segala hal yang kita kira kita ketahui, mungkin sesungguhnya kita tidak pernah tahu apa-apa.
.
Juni 2016.

