.
mungkin, tiga ratus enam puluh lima tidak akan pernah cukup untuk melukiskan suatu perjalanan.
untuk kesekian kalinya, aku melihat tiga ratus enam puluh lima menggugurkan diri dalam etalase-etalase kehidupan. hirupnya beku dan senyap. selagi napas dan dekap lenyap.
sore itu, aku melihat satu per satu dari tiga ratus enam puluh lima pada sisi langit yang membenam.
sore itu, aku kecewa atas sesuatu yang tidak kuketahui awalnya apa. aku menduga bahwa ia terselip di antara tiga ratus enam puluh lima dan baru menyapaku sekarang.
kemudian, aku sadar bahwa aku lelah menduga-duga.
aku hanya ingin terlelap bersama tiga ratus enam puluh lima.
.
mungkin, tiga ratus enam puluh lima tidak akan pernah cukup untuk melukiskan suatu perjalanan.
sore itu, aku melamun dalam sirat-sirat roda dan lampu merah. aku teringat untuk menulis tentang tiga ratus enam puluh lima. maka aku mulai memikirkan gugus cakap yang tak pernah ada. aku lupa kita hanya punya tiga ratus enam puluh lima.
di antara otodidak dan implikasi kisah, kita menjadi makhluk waras membosankan yang terlalu banyak bicara. tentang perkara noda di tepi jendela, atau tentang sesal dan amarah.
kita merangkum semuanya seakan tiga ratus enam puluh lima tidak pernah ada.
.
mungkin, tiga ratus enam puluh lima tidak akan pernah cukup untuk melukiskan suatu perjalanan.
sore itu, aku memperjuangkan degup napas atas koda-koda aksara yang tak akan dipahami mereka yang terlalu senang menciprat ludah pada tiga ratus enam puluh lima. langit seakan memintaku membacakan senandung untuknya selagi aku berjalan di bawah mendungnya yang ramah.
ada celah-celah pada ufuk merah yang memanggul tangis dan tawa. aku seperti melihat ribuan kisah yang langit selalu intip dari kejauhan. lewat sela-sela genting dan gerbong-gerbong asap yang baginya transparan.
dan entah atas kebodohan apa, aku menceritakan kisah-kisah yang kulihat itu kembali padanya. tentang tiga ratus enam puluh lima: ia yang lalu membuatku tersadar bahwa selama ini aku hanya menceritakan kisah-kisah tentang diriku sendiri.
dan terkadang, gugus-gugus angan dan konstelasi senyum anak-anak luar biasa.
.
mungkin, tiga ratus enam puluh lima tidak akan pernah cukup untuk melukiskan suatu perjalanan.
sore itu, aku mempertanyakan kehidupan.
sore itu, aku ingin tidur di jalan.
atau setidaknya bercakap-cakap dengan orang-orang yang tidak pernah kukenali sebelumnya. bercakap-cakap tentang bagaimana masa lalu akan menjadi masa depan. bercakap-cakap akan 'suatu hari' yang jauh dari batas tiga ratus enam puluh lima.
tiga ratus enam puluh lima seperti pertemuan dalam kedip mata.
.
mungkin, tiga ratus enam puluh lima tidak akan pernah cukup untuk melukiskan suatu perjalanan.
dan di sana, ketika kita sudah kehabisan detik untuk menjelajah, kita berhenti untuk merayakan tiga ratus enam puluh lima atas tiga ratus enam puluh lainnya.
hingga pada akhirnya, dalam diam, kita mulai merumahkan tiga ratus enam puluh lima beserta wajah-wajah dan suara-suara yang kita kenal. seperti teater boneka hidup yang tak dapat dipertunjukkan. kita menghirup napas akan sebentuk kehadiran, juga akan sebentuk ketidakhadiran.
dan perlahan, dalam senyap, kita pun menjelma menjadi tiga ratus enam puluh lima.
.
mungkin, tiga ratus enam puluh lima tidak akan pernah cukup untuk melukiskan suatu perjalanan.
namun, setidaknya ia cukup untuk membukukan begitu banyak kebahagiaan.
.
December 31, 2015.
