oleh karena itu, pada pagi yang penuh oleh kegagalan untuk menuntaskan kewajiban, rasanya aku menjadi ingin belajar untuk berjalan lagi.
sebab berjalan seperti meniti napas pelan-pelan di bawah titik-titik hujan yang temaram. dan aku pikir, selama ini, mungkin aku menyukai hujan sebab ia selalu mengingatkanku untuk berhenti sejenak dan merunutkan ulang langkah kecilku yang tergesa-gesa.
hujan selalu memaklumkan segala keterlambatan. hujan selalu mematikan kota yang tak pernah acuh untuk melihat selain ke depan.
namun mengapa tak banyak dari kita yang senang menjadi seperti hujan?
oleh karena itu, pada pagi yang penuh oleh kegagalan untuk menuntaskan kewajiban, rasanya aku menjadi ingin belajar untuk berjalan lagi—untuk berjalan bersama hujan; untuk meniti napas pelan-pelan di bawah titik-titiknya yang temaram. dan atas semua itu, merasa baik-baik saja.
May 24, 2016.