May 31, 2016

titik balik.

aku rasa salah satu hal paling menyedihkan adalah ketika hidup mengembalikanku pada kesadaran awal bahwa apa yang kuperjuangkan adalah hal yang serupa dengan kesia-siaan. mengapa hatiku tak bisa menutup telinga atas dengung-dengung yang sekian banyak orang justru putuskan untuk tak dengardan pada kala tertentu, bahkan tak didengungkan?

aku begitu ingin berjalan sendirian hari ini. aku ingin tak mengenal siapa-siapa sebab aku bosan dengan skenario-skenario buatan manusia. mereka akan memaksaku bercerita atau berpura-pura paham (sembilan puluh persen orang yang kutemui, termasuk aku sendiri, adalah orang yang lebih peduli kepada diri sendiri). atau mungkin sebenarnya aku hanya butuh menangis keras-keras. tetapi jerit dan air mata adalah apa yang sudah jarang kupunya.

bisakah selamanya aku tidak pernah sadar? bisakah selamanya hidup di dalam kepura-puraan saja?

...bisakah?

May 31, 2016.