June 6, 2018

tidak ada lagi sajak baik malam ini.

dua puluh dua; dan surat kabar yang tak pernah terbaca semacam penyadar bahwa kata-kata sudah berkali-kali gagal sebelumnya. remah-remah aksara dan udara yang lepas dari huruf. manusia sebatas lintas lalu yang tak perlu, namun terhadapnya kita masih juga acuh.

aku begitu ingin menulis sajak baik, namun "maaf, apa adik punya uang? saya ingin pulang. saya habis kabur. saya habis kecopetan." sewaktu-waktu kita berlutut di jalan, lalu "makasih, bang." senyum, namun apa lanjutnya?

"sudah tiga tahun nggak ada guru matematika SMA." "murid-murid kita, capek-capek kita sekolahin sampai kelas 4, kelas 5, eh... berhenti, nikah." "dulu saya putus gak tamat SMK. nyesel ke depannya susah banget cari kerja."

.
.
.

"bingung sama itu anak. waktu itu ketemu di jalan. disuruh pulang nggak mau. nggak tahu maunya apa."

.

manusia sebatas lintas lalu yang tak perlu.

bukankah begitu?

.
6 Juni 2018.